Kalau kamu melihat pesawat terparkir lama di hangar—berhari-hari, bahkan berminggu-minggu—itu bukan karena pesawatnya “ngambek” atau rusak berat. Besar kemungkinan pesawat itu sedang menjalani C-Check, salah satu proses perawatan paling penting dalam dunia MRO. Proses ini begitu besar dan detail sampai-sampai pesawat terlihat seperti dibongkar hampir seluruhnya. Tapi apa sebenarnya yang terjadi di balik pintu hangar selama C-Check berlangsung?
Begitu pesawat masuk hangar, suasananya langsung berubah seperti proyek raksasa yang berjalan cepat namun teratur. Sebelum menyentuh apa pun, seluruh tim berkumpul untuk meeting awal. Ada planner, supervisor, teknisi struktur, teknisi avionik, teknisi mesin, quality assurance, sampai engineering. Mereka membahas apa saja yang harus diperiksa, pekerjaan mana yang menjadi prioritas, dan bagian mana yang mungkin membutuhkan suku cadang baru. Ini seperti briefing sebelum operasi besar—semua orang harus tahu perannya.
Setelah itu, pesawat dimatikan total. Tenaga listrik diganti dari mesin pesawat ke sumber listrik ground, roda dikunci, panel yang berbahaya ditandai, dan sistem tertentu diamankan. Pesawat harus benar-benar “jinak” sebelum ratusan teknisi menyentuhnya. Baru setelah semuanya aman, pekerjaan besar dimulai.
Bagian interior biasanya menjadi sasaran awal. Panel-panel overhead dibongkar, sebagian kursi dilepas, lantai di beberapa area diangkat, dan bagian dinding kabin dibuka. Pesawat yang biasanya terlihat rapi untuk penumpang tiba-tiba berubah seperti kerangka kosong. Semua ini dilakukan karena banyak sistem penting tersembunyi di balik panel dan harus diperiksa secara langsung.
Di sisi lain, tim airframe mulai memeriksa struktur pesawat. Mereka mencari retakan kecil yang mungkin tidak terlihat, memeriksa tanda-tanda korosi, dan memastikan sambungan struktur masih kuat. Proses ini menggunakan alat-alat khusus seperti lampu inspeksi, borescope, bahkan alat Non-Destructive Testing untuk memeriksa bagian dalam logam tanpa merusaknya. Retakan sekecil rambut pun harus ditemukan, karena di dunia penerbangan tidak ada toleransi untuk “nanti saja”.
Tim avionik bergerak secara paralel. Mereka mengecek otak dan sistem saraf pesawat: komputer navigasi, sistem komunikasi, modul flight control, kabel demi kabel, sensor demi sensor. Di kokpit, panel-panel diuji ulang untuk memastikan semuanya memberi respon yang benar. Tidak ada yang boleh error ketika pesawat kembali terbang.
Di saat yang sama, tim mesin memeriksa bagian luar dan dalam engine. Mereka mengecek fan blade, mencari kebocoran oli, dan membaca data dari sistem monitoring. Kadang mesin harus dilepas untuk pemeriksaan lebih dalam. Mesin pesawat tidak hanya jadi “penggerak”, tapi jantung utama pesawat—sedikit masalah saja harus ditangani dengan sangat serius.
Selama semua itu berlangsung, ada banyak komponen yang harus diganti sesuai umur pakainya. Dalam penerbangan, banyak parts punya batas waktu yang ketat. Begitu masa aktifnya habis, tidak boleh dipakai lagi walaupun masih terlihat bagus. Aturan ini dibuat untuk menjaga standar keselamatan setinggi mungkin.
Setiap pekerjaan dicatat secara detail dalam dokumentasi. Bahkan pekerjaan sekecil mengganti satu baut pun wajib ditulis. Dalam MRO ada pepatah: “Jika tidak terdokumentasi, berarti tidak dilakukan.” Dokumentasi ini penting untuk legalitas dan rekam jejak perawatan pesawat.
Setelah seluruh pemeriksaan selesai, teknisi mulai memasang kembali panel-panel interior, menyatukan kembali bagian sistem, dan melakukan serangkaian pengujian. Tidak hanya sistem elektronik dan hidrolik yang diuji, tapi juga engine start test, brake test, hingga pengecekan gerakan kontrol penerbangan. Pesawat harus lulus semua tes sebelum dianggap layak terbang kembali.
Ketika semua tim sudah memberi tanda “aman”, engineering dan quality assurance mengeluarkan dokumen terakhir: release to service. Inilah momen ketika pesawat dinyatakan sehat dan siap kembali bertugas. Dari luar mungkin terlihat seperti pesawat hanya istirahat panjang, tapi di dalam hangar, pesawat tersebut baru saja melewati “operasi besar” untuk memastikan keselamatan setiap penumpang yang akan dibawanya.
